Tiga metode utama yang dipergunakan oleh para manajer yang berhasil untuk memperkirakan ubunga permintaan, yaitu:
a. Metode wawancara atau survey konsumen sering kali dipergunakan untuk mengestimasi permintaan yang potesial untuk produk baru baru atau untuk menguji kemungkinan reaksi terhadap perubahan yang akan dilakukan terhadap harga atau periklanan untuk produk-produk yang ada
b. Sama seperti ilmuwan fisika yang melakukan eksperimen laboratorium, para manajer untuk mengevaluasi reaksi pelanggan terhadap produk baru atau yang diperbaiki dalam situasi yang dikendalikan.
c. Estimasi permintaan melibatkan penggunaan data pasar historis dan teknik analisis yang kuat dari analisis regresi.
Salah satu alasan mengapa kadang-kadang sulit memperoleh estimasi yang akurat tentang hubungan permintaan adalah adanya keterkaitan yang erat diantara kebanyakan variabel ekonomi.
Masalah hubungan simultan dalam analisis permintaan dapat diatasi hanya jika kita memiliki informasi yang cukup untuk mengidentifikasi fungsi-fungsi yang saling berkaitan sehingga pergeseran sebuah kurva dapat dibedakan dari pergerakan di sepanjang kurva. Karena alasan ini, masalah mengestimasi satu fungsi ketika terdapat hubungan simultan dikenal sebagai masalah identifikasi.
Metode wawancara konsumen, atau survei memerlukan pengajuan pertanyaan kepada para pelanggan atau calon pelanggan dalam usaha untuk mengestimasi hubungan antara permintaan akan produk perusahaan dengan berbagai variabel yang dipandang penting untuk pemasaran dan kegiatan perencanaan laba.
Beberapa jenis informasi permintaan tertentu, tidak terdapat pengganti bagi wawancara konsumen. Misalnya dalam peramalan permintaan atau penjualan jangka pendek, sikap dan harapan konsumen tentang kondisi bisnis masa mendatang sering kali menghasilkan perbedaan antara estimasi yang akurat denga estimasi yang jauh menyimpang. Informasi subjektif seperti ini sering kali paling baik diperoleh melalui metode-metode wawancara.
Metode statistik yang palig sering diterapkan dalam estimasi permintaan adalah analisis regresi. Terdapat batasan-batasan bagi teknik ini, tetapi analisis regresi dapat sering kali memberikan estimasi yang baik bagi fungsi permintaan dengan biaya yang relatif rendah.
Analisis regresi metode statistik yang dipergunakan untuk mengestimasi berbagai hubungan ekonomi manajerial, yaitu :
a. Menspesifikasi variabel yang diperkirakan mempengaruhi permintaan
b. Memperoleh data atau informasi yang akurat tentang variabel
c. Menspesifikasi bentuk persamaan atau cara bagaimana variabel-variabel independen diasumsikan berinteraksi untuk menetapkan tingkat permintaan.
Satu ukuran lain yang berguna untuk meneliti akurasi model regresi secara keseluruhan adalah kesalahan standar dari estimasi. Ukuran ini memberikan cara untuk mengestimasi tingkat keyakinan dalam memprediksi nilai-nilai variabel dependen dengan diketahui nilai-nilai variabel independen.
Statistik t sama seperti kesalahan standar estimasi yang menunjukkan ketepatan yang dapat diharapkan dari model regresi yang bersangkutan untuk memprediksi variabel dependen, kesalahan standar koefisien memberikan ukuran keyakinan yang dapat kita tempatkan pada parameter regresi yang diestimasi untuk setiap variabel independen.
Uji t dua sisi terdapat dua jenis uji hipotesis yang umum dan biasa dilakukan dengan menggunakan statistik t. Yang paling umum adalah uji sederhana terhadap ukuran atau tingkat estimasi koefisien tertentu.
Karena analisis regresi kuadrat terkecil merupakan prosedur estimasi statistik yang paling luas diterapkan dalam analisis permintaan, teknik ini diteliti secara cukup terinci. Penekanan diberikan pada spesifikasi model regresi dan interpretasi serta penggunaan parameter yang diestimasi dan statistik regresi yang berkaitan. Beberapa masalah yang sering dihadapi dalam analisis regresi juga diteliti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar